Perihal Janji
Janji. Semua tau itu tak boleh diingkari. Sakit? Yang penting jangan diingkari. Perih? Yang penting jangan diingkari. Entah beribu gambar lara yang menghampiri. Begitu sulitnya untuk menahan diri. Agar tidak melukai. Jejak yang menjadi tanda berjuang untuk bertahan. Sayangnya dimantra untuk tidak diulang. Karena janji yang pernah dibuat. Juga tri ingkar yang pernah kubuat. Garis lengan yang menjadi saksi. Akan serpihan yang pernah kulewati. Deru sesak yang masih bisa kudengar. Berteriak hebat untuk ukiran. Namun, ingat akan pikir ini. Jika semua telah menghantamku. Maka siapa yang akan menyelamatkan jika bukan aku? - Surabaya, 2025