Lara yang Membahana
Heran. Di tanah bumi yang engkau bentangkan. Dimana banyak orang bilang disini menyenangkan. Di dalamnya juga ada laut yang menenangkan. Bisa-bisanya, Kau biarkan aku sendirian. Bisa-bisanya Kau biarkan aku kesakitan sendirian. Aku bukan menantangmu. Aku tidak membencimu. Aku hanya ingin pembuktianmu. Aku mengerti bahwa semuanya pasti pergi bahkan telah kutanamkan di dalam sanubari. Aku mengerti bahwa semua tidak selamanya bisa aku miliki. Aku mengerti semuanya, Tuhan. Tapi, aku pun tahu engkau mendengar semua ringkih perihku. Engkau dengar, namun mengapa seperti tak ada jawaban darimu? Dengan alasan buatku kuat, tapi mengapa harus sendirian Tuhan? Mengapa engkau selalu buktikan bahwa aku selalu salah menyayangi manusia lain? Kenapa Kau selalu ambil mereka Tuhan? Apa yang salah dari rasa sayangku Tuhan? Hingga aku merasa bahwa semua yang aku berikan kepada mereka sia-sia. Aku bisa memberikan mereka waktu, perhatian, kesetiaan, tapi mengapa aku selalu berakhir dibuang ke dalam ke ...