Ringis Tuhan. Rupanya, menjadi diriku tidak cukup. Entah beribu emosi yang sudah tertangkup. Dan berjuta rintih yang kututup. Isak yang dicap lemah. Tidak dimengerti jika ada patah. Yang tak pernah sembuh dengan rasa bersalah. Tuhan. Ampuni aku yang menganggap mereka akan mengerti. Ampuni aku yang menganggap mereka menyayangi. Ampuni aku Tuhan karena berpikir manusia lain akan sepertimu. Ampuni aku yang selalu meminta untuk diperlakukan sama. Seperti mereka yang kudampingi dengan ceria. Kupinjam telinga untuk mewadah cerita. Ternyata, katanya lukaku tidak seberapa. Tuhan. Jikalau engkau beri aku kesempatan. Karuniakanlah aku tempat berbagi selain engkau. Sungguh aku tak sanggup menyimpannya sendirian. Sendirian yang kuanggap tenang. Justru mendorongku jatuh dalam kegelapan yang terawang. Suara kepala yang terus menggema. Menggendong harapan tuk bertemu kau pulang. Lara yang kuanggap sembuh. Ternyata menyuara terabaikan. Gores yang kuanggap kecil. Ternyata membentuk kubangan darah...
Postingan
Menampilkan postingan dari Juni, 2024
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MIMPI Sakit. Sakit. Sakit. Aku tau semua harus dihadapi. Tapi kala itu, aku terus berlari. Di tengah selingan air mata, aku mengawang menuju mimpi. Ketika itu pula, aku jatuh. Semakin tenggelam. Semakin temaram. Semuanya seakan menghitam. Dingin rasanya. Yang bisa kudengar, hanyalah hilir arus yang menggebu. Ramah membelai tubuhku. Yang meringkuk ketakutan. Sendirian. Cercah cahaya yang kulihat. Semakin jauh tuk kudapat. Entah berapa lama aku akan terjatuh. Karena sesak begitu merengkuh di dalam dadaku. Berharap ada kata tolong. Seperti mati tak tertolong. - Surabaya, 2024