MIMPI

Sakit.

Sakit.

Sakit.

Aku tau semua harus dihadapi.

Tapi kala itu, aku terus berlari.

Di tengah selingan air mata,

aku mengawang menuju mimpi.

Ketika itu pula,

aku jatuh.

Semakin tenggelam.

Semakin temaram.

Semuanya seakan menghitam.

Dingin rasanya.

Yang bisa kudengar, hanyalah hilir arus yang menggebu.

Ramah membelai tubuhku.

Yang meringkuk ketakutan.

Sendirian.

Cercah cahaya yang kulihat.

Semakin jauh tuk kudapat.

Entah berapa lama aku akan terjatuh.

Karena sesak begitu merengkuh di dalam dadaku.

Berharap ada kata tolong.

Seperti mati tak tertolong.

-Surabaya, 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini