Lara yang Membahana

 Heran.

Di tanah bumi yang engkau bentangkan.

Dimana banyak orang bilang disini menyenangkan.

Di dalamnya juga ada laut yang menenangkan.

Bisa-bisanya, Kau biarkan aku sendirian.

Bisa-bisanya Kau biarkan aku kesakitan sendirian.

Aku bukan menantangmu.

Aku tidak membencimu.

Aku hanya ingin pembuktianmu.

Aku mengerti bahwa semuanya pasti pergi bahkan telah kutanamkan di dalam sanubari.

Aku mengerti bahwa semua tidak selamanya bisa aku miliki.

Aku mengerti semuanya, Tuhan.

Tapi, aku pun tahu engkau mendengar semua ringkih perihku.

Engkau dengar, namun mengapa seperti tak ada jawaban darimu?

Dengan alasan buatku kuat, tapi mengapa harus sendirian Tuhan?

Mengapa engkau selalu buktikan bahwa aku selalu salah menyayangi manusia lain?

Kenapa Kau selalu ambil mereka Tuhan?

Apa yang salah dari rasa sayangku Tuhan?

Hingga aku merasa bahwa semua yang aku berikan kepada mereka sia-sia.

Aku bisa memberikan mereka waktu, perhatian, kesetiaan, tapi mengapa aku selalu berakhir dibuang ke dalam ke sendirian Tuhan?

Mengapa sejak lahir, seakan Engkau tidak izinkan aku untuk memiliki 'teman'?

Apakah menjadi baik tidak juga cukup Tuhan?

Apakah aku harus menjadi orang jahat untuk pantas dicintai?

Jika aku saja bisa untuk membersamai mereka yang rusak, lalu mengapa aku tidak bisa mendapatkan hal yang sama?

Mau sehancur apalagi Kau lihat aku Tuhan?

Apakah harus sampai gila baru Kau beri aku?

Apakah harus sampai merata tanah baru Kau akan melihatku?

Sekali saja, kumohon.

Dengarkan aku Tuhan.

- Sby, 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini