LUPA

Ternyata aku salah.

Dan itu adalah sampah.

Aku terlalu haus.

Hingga lupa makna dahaga.

Pikir mencintaimu adalah pencapaian.

Ternyata aku hanya pelabuhan.

Berusaha ku cari pelampiasan.

Namun terus rindu yang kutemukan.

Jika itu kesalahan,

Maka akan kuterima.

Jika memang rumahmu bukan aku,

Maka aku tak paksa untuk kembali.

Aku mendukungmu dari sini.

Meski deengan perih yang mematri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini