TAHU

Banyak orang bertanya.

Mengapa harus lewat puisi?

Mengapa tak ikuti intuisi maksud hati?

Daripada berdiam diri layak kepompong menunggu hari.

Maka memberi jawablah aku.

Pada mereka yang terus menggerutu.

Untuk apa aku memberi tahu?

Apabila hasilnya aku sudah tahu.

Bagaimana aku bisa memberi tahu?

Apabila dia tak pernah mau tahu.

Diantara hati dan pertemanan.

Maka kupilih hati untuk dikorbankan.

Tak apa yang kurasa.

Tak sepadan dengan tawa kencangnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini